“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/I serta kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami:
The Bride
RESITA DARMAWAN S.M.
Putri Dari Bapak IPTU ENANG KURNIA & Ibu WENY RIYANTI S.IP.
Perjalanan cinta kami bagaikan jadwal kereta yang tepat waktu dan rencana masa depan yang tertata rapi. Dipertemukan oleh semesta lewat skenario yang tak terduga, begini cara takdir mempertemukan si penjaga jalur besi (Kondektur KAI) dan si penjaga amanah nasabah (Pegawai BRI).
Sapaan Pertama di Sudut Kafe
Pertemuan Pertama Semua dimulai di sebuah kafe yang hangat. Di antara aroma kopi dan obrolan yang bising, mata kami pertama kali bertemu. Berawal dari keberanian untuk saling menyapa dan berkenalan, malam itu menjadi halaman pertama dari cerita kami.
Takdir di Atas Rel
Pertemuan Kedua Semesta seolah sengaja mengatur rute kami. Kami kembali dipertemukan tanpa sengaja di dalam kereta. Di tengah deru mesin dan laju kereta, obrolan kami terasa lebih akrab. Pertemuan kedua ini meyakinkan kami bahwa ini bukan lagi sekadar kebetulan, melainkan sinyal hijau untuk melangkah lebih jauh.
Satu Rute Menuju Masa Depan
Menjalin Hubungan Kami akhirnya memutuskan untuk berkomitmen dan berjalan beriringan. Sang laki-laki yang terbiasa memastikan perjalanan kereta aman dan nyaman di jalurnya, kini bersanding dengan sang perempuan yang siap menata dan menjaga masa depan dengan penuh ketelitian. Dari dua dunia kerja yang berbeda, kami menyatukan tujuan untuk selamanya.
“Kini, stasiun pemberhentian terakhir kami telah tiba. Kami siap mengikat janji suci dan memulai perjalanan baru sebagai sepasang suami istri.”
Save The Date
#REallyintoYU
“Pernikahan adalah ibadah, dan setiap ibadah bermuara pada cinta-Nya sebagai tujuan. Sudah sewajarnya setiap upaya meraih cinta-Nya dilakukan dengan sukacita”